fbpx

Gaji cair, langsung penuh semangat checkout keranjang online yang udah diidam-idamkan sejak awal bulan. Tapi, giliran paketnya sampai, kamu cuma ngebuka bubble wrap-nya, senyum tipis melihat barangnya, lalu ditaruh di rak lemari. Niatnya sih mau dinikmatin atau dipakai pas ngevent weekend nanti, eh ujung-ujungnya gak kepake. Relate, gak nih?

Jangan buru-buru merasa bersalah, karena di Jepang kebiasaan ini punya sebutan yang cukup elegan, yaitu Tsundoku (積ん読). Berasal dari gabungan kata “menumpuk” dan “membaca”, Tsundoku awalnya merujuk pada kebiasaan membeli buku namun membiarkannya menumpuk tanpa sempat dibaca. Seiring waktu, maknanya meluas: membeli barang hobi karena apresiasi dan niat untuk menikmatinya, meski realitanya kamu belum punya waktu luang untuk itu.

Fenomena Tsundoku ini adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Mulai dari menumpuk manga atau light novel yang plastiknya belum dibuka, membeli action figure yang akhirnya dipajang masih dalam kotaknya, sampai membeli kostum cosplay yang belum turun-turun ke event karena kamu selalu kecapekan tiap kali ada jadwal event jejepangan.

Sebagai anime lovers dengan predikat pekerja keras yang kini punya adult money, Tsundoku bukanlah sebuah hal yang memalukan; itu adalah “piala” hasil keringatmu! Melihat tumpukan koleksi itu adalah bukti nyata bahwa kamu mampu membahagiakan dirimu sendiri. Jadi, buang rasa bersalahmu, dan yuk tambah lagi tumpukan kebahagiaanmu dengan merchandise terbaru dari MyHobbyTown!

Bagikan atau Tularkan khilafan ini ke temanmu... ^o^