Kintsugi adalah seni tradisional Jepang yang sudah ada sejak abad ke-15, di mana pengrajin memperbaiki keramik yang pecah dengan menyambungkan kembali kepingannya menggunakan urushi (pernis dari pohon urushi) yang dicampur dengan bubuk emas. Alih-alih menyembunyikan retakan agar barang terlihat baru kembali, Kintsugi menonjolkannya dengan cara highlighting retakan tersebut menggunakan urushi emas tadi. Hasilnya, barang yang tadinya rusak jadi memiliki nilai seni baru yang bisa dibilang lebih indah dan berharga karena memiliki “jejak sejarah” yang unik dan tidak mungkin sama dengan barang lainnya.

Secara filosofis, Kintsugi adalah contoh penerapan Wabi-Sabi, filosofi estetika Jepang yang fokus kepada menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Kintsugi mengajarkan kita bahwa kerusakan atau kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian penting dari perjalanan hidup yang memperdalam karakter kita.
Daripada membuang sesuatu yang rusak atau merasa malu atas kekurangan tersebut, Kintsugi mengajak kita untuk merayakan setiap luka dan pengalaman pahit sebagai garis-garis emas yang membuat identitas kita menjadi lebih autentik!
Untuk melakukan Kintsugi, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan: membersihkan pecahan keramik & mengamplasnya, menyusun kembali dengan pernis biasa, membersihkan pernis awal dan memberikan lapisan pernis tambahan hingga akhirnya diberikan sentuhan emas dengan bubuk emas~.

Ngomong-ngomong soal menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan, di Offline MyHobbyTown juga ada Grade B Corner, tempatnya item-item yang tidak lolos QC dengan berbagai jenis alasan (cacat produksi dan lainlain) dikumpulin dan diberi diskon gede-gedean! Jadi buat kamu yang lagi tight on budget bisa nyobain cek Grade B Corner ini~




Follow juga media sosial MyHobbyTown di Instagram dan TikTok biar kamu gak ketinggalan berita menarik dan terkini seputar anime dan budaya Jepang~