Dapatkan #MHTlimitedSticker dengan belanja minimal Rp 150.000,-

SHOGATSU (Hari Tahun Baru ala Jepang)

Hari tahun baru menjadi salah satu hari yang ditunggu-tunggu bagi banyak orang bahkan keluarga di seluruh dunia. Pergantian tahun menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terkasih, menyimpan banyak makna dan pengharapan untuk tahun baru yang lebih baik lagi bagi setiap pribadi. Tak terkecuali untuk di Jepang. Menjelang malam pergantian tahun baru orang Jepang melakukan bersih-bersih rumah, memasak, dan membuat kartu ucapan tahun baru sebelum merayakan malam tahun baru (Omisoka). Hari tahun baru atau dalam bahasa Jepang disebut Shogatsu (正月) merupakan waktu kumpul bersama keluarga, makan makanan yang mahal, dan mengunjungi tempat ibadah. Mari kita cari tahu apa yang dilakukan orang Jepang saat Shogatsu yuk!

  1. Makan-makan

Orang Jepang biasanya memakan hidangan yang bernama Osechi ryori (お節料理) yang merupakan beberapa jenis masakan yang ditata dengan cantik di dalam box makanan yang bernama jubako (重箱) yang mirip dengan box bento.

Image source: https://mnlop.com.ph/2020/12/15/new-year-in-japan/osechi-ryori-2/

  • Sejarah osechi ryori

Sejak zaman Nara (710 – 794) terdapat “sechie”, yaitu perjamuan seremonial yang khusus diadakan oleh istana kekaisaran untuk merayakan pergantian musim yang diadakan sebanyak 5 kali dalam setahun, termasuk juga hari tahun baru. Ke-5 perjamuan ini disebut “gosekku” (lima festival). Sechie lama-kelamaan menjadi sebuah jamuan yang sangat mewah pada zaman Heian (794 – 1185) dan disantap oleh para bangsawan hingga zaman Edo (1603 – 1868). Tradisi ini akhirnya menyebar ke masyarakat umum dan semakin dikaitkan dengan liburan tahun baru yang masih dijalankan hingga sekarang.

Isi Menu Osechi Ryori :

  • Kohaku Kamaboko / kamaboko merah dan putih (紅白蒲鉾) yang berbahan dasar ikan dengan cara masak dikukus (lebih terkenal dengan nama fish cake). Warna merah dan putih merupakan warna khas tahun baru di Jepang), dimana warna merah melambangkan perayaan, dan warna putih sebagai warna suci melambangkan permulaan baru.  Sehingga Kamaboko melambangkan matahari terbit pertama pada tahun yang baru.
Kamaboko (sumber: taketoku.com)

  • Kuromame / kacang kedelai hitam (黒豆). “Mame” berarti juga kesehatan. Menyantap kuromame dipercayai dapat membuat tetap sehat pada tahun yang baru.
Kuro mame (sumber : matome.naver.jp)

  • Kazunoko / telur ikan herring yang dipotong-potong (数の子). Hidangan ini berwarna kuning, bertekstur renyah dan sudah direndam di dalam dashi (kaldu). “Kazu” berarti angka dan “ko” berarti anak, dapat diartikan sebagai “sejumlah anak” dan dipercayai dengan banyak menyantapnya bisa diberkati dengan anak pada tahun baru tersebut. Kazunoko juga melambangkan keluarga besar yang sejahtera.
Kazu no Ko (sumber: xn--t8j8as81apa45akcb2142sygh.jpn.com/entry1.html)

  • Daidai / jeruk pahit Jepang (橙) atau dapat ditulis dalam kanji yaitu “代々” yang berarti “dari generasi ke generasi” melambangkan pengharapan untuk dikaruniai anak.
  • Datemaki / telur gulung manis yang dicampur dengan udang tumbuk atau ikan giling (伊達巻き). Hidangan ini diyakini dapat memberkati keluarga dengan pendidikan dan pengetahuan.
Datemaki (sumber: taspy.jp)

  • Kuri-Kinton / ubi tumbuk dengan kacang chestnuts manis (栗きんとん). Hidangan ini berwarna keemasan yang melambangkan harapan untuk kemakmuran dan kesuksesan.
Kuri Kinton (sumber: kenkoulog.com)

  • Konbu / sejenis rumput laut (昆布). Konbu juga dapat diolah bersamaan dengan salmon yang digulung dengan konbu dan diikat dengan labu, sehingga menjadi Salmon Konbu. Salmon Konbu melambangkan sukacita, karena diambil dari kata yorokobu (喜ぶ). Konbu bukan hanya menjadi makanan, tetapi juga hiasan untuk tahun baru.
  • Tai / ikan air tawar merah (鯛). Ikan yang digunakan juga bisa berupa ikan buri atau ikan amberjack Jepang). Hidangan ini dimasukkan karena mirip dengan kata “medetai” yang berarti kegembiraan dalam bahasa Jepang. Ikan tai dapat dimasak dengan cara dibakar. Sedangkan ikan buri dapat dijadikan sashimi dan melambangkan pertumbuhan, perkembangan, dan promosi (dalam karir).
  • Tazukuri / ikan teri kecil yang direndam dalam kecap asin (田作り). Tazukuri berarti “pembuatan sawah”. Saat dahulu, ikan ini dimanfaatkan sebagai pupuk dan menyuburkan sawah. Maka dari itu Tazukuri melambangkan kemakmuran dan panen yang melimpah.
  • Ebi / udang (エビ). Udang berbentuk melengkung yang menyerupai punggung orang tua. Sehingga melambangkan umur yang panjang dan kebijaksanaan. 
Ebi (sumber: osetituuhann.com)

  • Satoimo atau talas jepang ini direbus di dalam dashi dan kecap hingga lembut dan berair. Makanan ini melambangkan kesuburan dan berkah.
  • Renkon atau acar akar teratai ini memiliki rasa manis lengket dan pahit. Lubang-lubang kecil yang berada pada akar acar melambangkan kekuatan untuk keluarga agar mampu memprediksikan dan menghindari kesulitan di masa depan.

Memakan Osechi Ryori merupakan kesempatan untuk kumpul keluarga, berbagi cerita dan tawa, serta berbagi sukacita. Mengingat harganya yang cukup mahal dan relatif sulit dan membutuhkan waktu yang banyak untuk membuatnya sendiri, sudah banyak orang jepang yang mulai beralih pada sushi dan bahkan makanan bergaya barat untuk menggantikannya. Namun apabila memang ingin menyantap Osechi, tentunya hidangan ini dapat dipesan di berbagai tempat di Jepang dari jauh-jauh hari (Pre-Order) dan terdapat layanan pesan antarnya juga yang biasanya dapat dilakukan sejak awal September atau Oktober dimana harganya semakin meningkat apabila semakin dekat dengan tahun baru.

  1. Beribadah
Photo: Nuvisage/DreamstimeKanda Shrine

               Merayakan hari tahun baru juga biasanya diisi dengan mengunjungi tempat ibadah pertama kalinya pada tahun yang baru atau dapat disebut dengan Hatsumode (初詣). Hatsumode merupakan budaya yang sangat penting. Bagi sebagian orang, mereka pergi ke kuil persis setelah tengah malam, tetapi mayoritasnya pergi pada 1 Januari (Shogatsu 正月) dan hari-hari selanjutnya. Setelah menghabiskan pagi yang santai, menyantap osechi ryori yang enak, lalu keluarga Jepang pergi ke kuil (baik kecil maupun besar) untuk berdoa agar mendapatkan keberuntungan yang baik pada tahun yang baru.

               Hal pertama yang dilakukan saat sampai di kuil adalah berdoa, kemudian membeli lucky charms atau “Omamori” baru sebagai pelindung dan ramalan atau “Omikuji” pada tahun yang baru.baru sebagai pelindung dan ramalan pada tahun yang baru. Ketika mengunjungi kuil, ada banyak orang yang mengenakan pakaian tradisional kimono yang meriah.

Photo : https://id.depositphotos.com/9823846/stock-photo-japanese-new-year.html

Ada banyak perayaan pertama pada perayaan tahun baru di Jepang. Salah satunya adalah Hatsuhinode (初日の出) atau dapat dikatakan sebagai matahari terbit pertama pada tahun tersebut. Orang beramai-ramai bangun pagi buta dan pergi ke berbagai tempat untuk melihat sunrise (misalnya ke puncak gunung).

  1. Berbagi

http://unlockjapan.jp/its-otoshidama/

Berbagi adalah salah satu cara orang Jepang merayakan tahun baru. Otoshidama (お年玉) adalah kegiatan dimana anak-anak kecil biasanya mendapatkan hadiah dalam bentuk uang dari kerabat dan saudara-saudaranya (terkadang tetangga). Jumlah uang yang diberikan biasanya cukup banyak dan dimasukan ke dalam sebuah amplop khusus yang disebut dengan Otoshidama Bukuro (お年玉袋). Nominalnya yang beragam ini tergantung dari usia, jumlah saudara kandung, atau pendapatan dari orang yang memberikan uang tersebut.

  1. Dekorasi

               Dalam merayakan hari tahun baru di Jepang, orang-orang Jepang biasanya menghiasi rumah dengan hiasan khas tahun baru. Contohnya adalah Shime-kazari(しめ飾り) yang terbuat dari shimenawa (注連縄) yaitu tali suci Shinto yang terbuat dari jerami, shide yang terbuat dari pakis, dan strip kertas yang digunakan untuk ritual (紙垂, 四手).

Shime-kazari


Hiasan lainnya adalah kagami mochi (鏡餅) yaitu kue mochi yang ditumpuk dengan hiasan zodiak di atasnya dan diletakan di altar Shinto tiap rumah.  Sedangkan untuk tempat-tempat umum biasanya dihiasi dengan Kadomatsu (門松) atau gerbang pinus. Biasanya diletakkan di depan pintu masuk restoran, toko-toko, atau hotel. Makna dari penempatan Kadomatsu dipercayai sebagai rumah dari Toshigami (年神) yaitu dewa yang akan mengunjungi ketika hari tahun baru, diharapkan agar dewa ini singgah dalam waktu yang lama dan dapat memberkati dengan panen yang melimpah dan diberikan keselamatan.

  1. Permainan

Ada banyak permainan yang biasa dimainkan ketika hari tahun baru seperti Hanetsuki (羽根突き) atau badminton jepang, takoage (凧揚げ) yaitu layangan, karuta  (カルタ) yaitu permainan kartu, sugoroku(双六) yaitu board game.

hanetsuki

Permainan tradisional yang biasa dimainkan adalah fukuwarai (福笑) dimana orang yang matanya ditutup harus memasangkan mata, alis, hidung, dan mulut pada wajah yang dicetak di sebuah poster. Kemudian akan sangat menyenangkan  melihat hasil karya yang dibuat dengan mata tertutup.

Kurang lebih seperti itulah perayaan tahun baru dalam budaya Jepang. Bagaimana menurut kalian Friends, menarik bukan? Apakah kalian tertarik untuk coba mengikutinya saat ke Jepang? Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya! Arigatou gozaimasu!

Akemashite Omedetou Gozaimasu!

あけましておめでとうございます!

Selamat tahun baru!

  • GM. (31/12/21)

Referensi:

https://livejapan.com/en/article-a0000767/

https://japanesestation.com/culture/tradition/osechi-ryori-masakan-khas-tahun-baru-jepang-yang-membawa-keberuntungan

https://www.tsunagujapan.com/id/a-guide-to-osechi-ryori-japan-s-traditional-new-year-food/

0Shares
Open chat